retail

Untuk retail Odoo sudah tidak perlu banyak dimodifikasi! Artinya Odoo standard sudah cukup untuk menghandle semua proses bisnis industri retail. Ini mencakup modul Purchase, Warehouse, Sales, Accounting, dan juga HR Payroll.

Namun kita punya kendala di modul yang paling penting di industri retail yaitu Point of Sales (POS). POS bawaan Odoo ternyata tidak mampu menangani jumlah item produk yang mencapai 20,000 items, padalah ini hal yang biasa terjadi di mini atau super market. Permasalahannya ada di arsitektur POS yang mengandalkan browser storage (penyimpanan di browser seperti Chrome, Firefox) yang terbatas. Permasalahan berikutnya, POS Odoo menggunakan Javascript dan pada waktu start awal, dia me-load semua item produk ke browser storage via Javascript. Jika prosuk masih di bawah 1000, mungkin masih aman-aman saja, tapi jika sudah mencapai 20,000 keatas, maka loadingnya saja memakan waktu 15 menit. Hal ini sangat tidak memungkinkan diterapkan di supermarket. Kacaunya lagi, ketika kasir salah pencet tombol BACKSPACE (artinya browser back), maka komputer harus loading ulang selama 15 menit lagi , padalah pelanggan sudah antri :(…. siap-siap lah kasir diomelin pelanggan..

Untungnya kita sudah punya solisinya, yaitu dengan membuat aplikasi terpisah dari Odoo namun bisa syncronisasi Produk, User, COA, dan Order harian dengan Odoo. Problem Solved!

Masih ada lagi ternyata yang perlu dilakukan untuk industri retail… Tertarik lebih mendalami hal tersebut?

Ayo ikut Workshop nya. Klik disini!

Kita akan bahas segala sesuatu yang berkaitan dengan hal di atas, selain materi standard Purchase, Warehouse, Accounting, Sales dan HR Payroll. Mumpung lagi ada DISKON 50%.

Odoo untuk retail, apa aja yang perlu di perhatikan?
Tagged on: