pharma-top-img

Yang paling penting diperhatikan pada waktu implementasi Odoo di Pabrik farmasi adalah modul MRP, Warehouse, dan Purchase. Ketiganya saling terkait satu sama lain.

Ada modul yang mesti ditambahkan yaitu untuk Forecasting produksi. Forecasting ini dilakukan setiap tahun dalam rangka untuk menentukan target produksi setiap obat jadi. Ketika disetujui oleh semua pihak, maka dari Forecasting akan otomatis membentuk Master Production Plan yaitu rencana jumlah batch produksi dalam setiap bulan. Dari setiap MPS akan turun menjadi Weekly Production Plan, yaitu rencana jumlah batch produksi dalam setiap minggunya. Dari WPS baru bisa dijadikan Manufacturing Order standard di Odoo. Ini pun harus dimodifikasi dalam rangka menambahkan informasi Batch Number.

Dari sini Odoo harus bisa mengecek kebutuhan dan ketersediaan bahan baku. Proses perhitungannya pun harus dimodifikasi. Kita harus membreakdown Bill of Material untuk mendapatkan total bahan baku yang diperlukan, dikurangi dengan ketersediaan di gudang, dikurangi dengan bahan baku yang sedang dalam proses (WIP), dan dikurangi dengan bahan baku yang sudah menjadi obat jadi.

Ketika Manufacturing Order dikonfirmasi, barulah bisa dimulai pencatan tahapan produksi, seperti penimbangan, mixing, packing, dan lain sebagainya. Disini kita harus tambahkan standard machine hour dan man hour, sehingga dapat diketahui tahapan proses mana yang lebih cepat atau lebih lambat dari standard agar dapat dijadikan analisa ke depan.

Masih banyak lagi ternyata yang perlu dilakukan untuk pabrik farmasi… Tertarik lebih mendalami hal tersebut? Ayo ikut Workshop nya.

Klik disini untuk detailnya!

Kita akan bahas segala sesuatu yang berkaitan dengan hal di atas, selain materi standard Purchase, Warehouse, Accounting, Sales dan HR Payroll.
Mumpung lagi ada DISKON 50%.

Implementasi Odoo di Pabrik Farmasi
Tagged on: