blockchain

Apa itu Blockchain ?

 

Akhmad Daniel Sembiring
2018 vitraining.com

Blockchain? Mak jang, apa lagi itu ?

Teknologi informasi tak habis-habisnya berinovasi… kalau tak mengikuti bisa tergilas kita dibuatnya.. Tapi kalau kita bisa beradaptasi maka kita bisa ambil manfaat dan keuntungan dari-nya 🙂

Kali ini kita mau bahas apa pula itu blockchain dengan bahasa yang paling mudah dipahami terutama oleh kawan-kawan pegiat teknlogi informasi.

Pernah dengar Bitcoin ? atau malah udah punya Bitcoin? Bitcoin adalah salah satu “mata uang” digital (cryptocurrency) yang menggunakan teknologi block chain. Kenapa disebut “mata uang”? karena dengan Bitcoin kita bisa berdagang. Ada penjual yang mau terima uang Bitcoin dan ada pembeli yang mau beli pakai Bitcoin. Bitcoin pun bisa dikonversi ke Rupiah atau Dollar. Jangan kaget, saat tulisan ini ditulis, 1 Bitcoin bernilai sekitar Rp 250,000,000 !!!! Tiga bulan lalu baru sekitar Rp 80,000,000. Tapi tulisan ini buka untuk membahas Bitcoin tapi teknologi dibelakangnya yaitu Blockchain.

Hash dan Previous Hash

Sederhananya, Blockchain adalah struktur data yang tersimpan dalam blok-blok yang saling terkait satu sama lain. Setiap blok memiliki data yang biasanya adalah data transaksi keuangan tapi tidak terbatas itu saja. Anggap aja blockchain ini seperti sistem database biasa.

Bedanya, setiap “record” atau blok ada identifikasinya (disebut hash) dan ada kaitan dengan blok sebelumnya (disebut previous hash) sehingga terbentuk struktur data yang recordnya saling terkait (chain) satu sama lain.

Identifikasi hash setiap blok berisi enkripsi dari data yang ada pada blok tersebut, pake metoda SHA256. Artinya kalau data dalam blok berubah maka hash nya pun berubah.

Misalnya ada data:

aku punya uang 100

Maka hash SHA256 nya adalah:

787F22D1CFF333F6D7056EEB709322A7E8257019B2315F4AC164784AF65D6862

 

Blok data ini dan hash-nya tersimpan secara permanen di database blokchain.

Kalau kita ganti datanya jadi:

aku punya uang 1000

Maka hash nya pun berubah total jadi:

FFBEA27BD6CF629292E91C64B1E29989DE663B09E60C2DB60F57873E64D9E284

Sistem langsung bisa mendeteksi adanya perubahan isi data, karena hash nya sudah beda jauh antara yang tersimpan di blok pada awalnya, dengan hash yang baru terbentuk tersebut, padahal cuma beda angka 0.

Dengan mekanisme hash tersebut, kita bisa yakin bahwa data yang tersimpan tidak mudah diubah2 isinya.

Catatan: cara cepat untuk generate hash SHA256:

http://passwordsgenerator.net/sha256-hash-generator/

 

Block Chaining

Lalu ada tambahan fitur lagi , yaitu sistem chaining (kaitan) antar satu blok dengan blok berikutnya. Dalam sistem blockchain, setiap record block menyimpan hash dari block sebelumnya.

Misalnya blok urutan nomor 1, 2, dan 3 dengan urutan dan data sebagai berikut:

Terlihat pada blok-blok data diatas, satu sama lain saling terkait berdasarkan informasi hash dan previous hash nya.

Dalam sistem blokchain, urutan blok menjadi sangat penting karena merupakan representasi dari history transaksi yang terjadi. Contoh transaksi di atas:

  1. Aku punya uang 100
  2. Aku transfer uang ke si A 50
  3. Aku transfer uang ke si B 10

 

Pada urutan kedua, uangku tinggal sisa 50, dan pada akhirnya aku hanya punya uang 40.

Apa manfaat dari kaitan (chain) tersebut? Untuk memproteksi kesalahan urutan blok, otomatis juga untuk mempertahankan urutan history transaksi.

Misalnya ada hacker bisa mengubah urutan blok-blok nya menjadi:

  1. Aku punya yang 100
  2. Aku transfer uang ke si B 10
  3. Aku transfer uang ke si A 40

maka pada urutan kedua, uangku masih ada 90. Ini bisa jadi masalah besar untuk transaksi keuangan.

Untuk memproteksi urutan transaksi, dibuatlah informasi Previous Hash. Jadi untuk contoh kasus hacker diatas, susunan block nya menjadi:

Sistem bisa langsung mendeteksi bahwa block nomor 2 itu salah karena Previous Hash-nya bukan Hash dari Block nomor 1, tapi milik Block lain.

Khusus blok nomor 1, previous hash nya memang kosong karena dia adalah blok pertama, namanya genesis block.

Distributed Ledger

Ada satu lagi kekuatan blockchain, yaitu distributed ledger!

Dengan sistem ter distribusi, semua data block dan chaining nya tersimpan di banyak tempat di seluruh dunia. Kasus Bitcoin, saat ini ada jutaan node komputer yang terhubung sehingga data transaksi Bitcoin tersebar di jutaan komputer itu.

Tidak ada satu server yang menjadi sentral dari semua transaksi tersebut. Semua node komputer memiliki copy data transaksi yang persis sama.

Ini membuat transaksi dalam blockchain sangat susah untuk dimodifikasi hacker. Misalnya ada yang berhasil merubah struktur dan susunan data di suatu node, maka step berikutnya dia juga harus merubah semua data yang tersebar di jutaan node komputer yang memiliki data yang persis sama satu sama lain.

Ketika ada satu node yang punya data yang berbeda dengan node lainnya maka node tersebut langsung dianggap tidak valid oleh sistem.

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya :

  • anggap saja blockchain sebagai sistem database seperti biasa, tapi punya kekuatan yang tidak dimiliki oleh database sentralisasi pada umumnya
  • setiap blok record punya hash yang merupakah representasi digital dari data yang terkandung di block record tersebut
  • lalu setiap blok punya informasi tentang blok sebelumnya, yaitu hash dari blok sebelumnya tersebut
  • data block dan urutannya tersimpan dalam banyak node komputer yang ter-distribusi di internet disebut distributed ledger, sehingga
  • sangat sulit untuk bisa mengubah data yang terjadi pada sistem block chain.

 

Beberapa contoh Aplikasi blockchain:

  • crypto currency, macam Bitcoin, Etherium, Litecoin, Dodge, Ripple, Stellar, dan macam-macam lagi
  • realtime transfer money antar negara , tidak lewat sistem clearing konvensional yang bisa makan waktu 3 hari lebih
  • sistem polling (sistem pilkada yang tak bisa ditembus hacker apalagi oleh pengurus partai)
  • surat-surat penting seperti kontrak, visa, dll
  • jurnal ilmiah, dan lain sebagainya

Aplikasi realtime money transfer sedang diimplementasikan oleh vitraining.com di Africa, dimana semua orang di negara di Africa akan bisa melakukan transfer uang secara realtime melalui bank konvensional maupun mobile money milik operator seluler.

Tulisan ini adalah simplifikasi dari teknologi blockchain yang sesungguhnya sangat kompleks. Semoga tulisan singkat ini bisa membuka wawasan kita tentang blockhain, technlogy of the future!

Referensi

Untuk referensi lebih lanjut:

Tentang Penulis

Praktisi IT, penulis buku, fokus ke teknologi ERP/Odoo, Android, dan Blockchain Technology.

Cari “akhmad daniel sembiring” di Google untuk lebih detailnya atau klik http://vitraining.com/akhmad-daniel-sembiring

 

Buku ini bisa di download Gratis di Google Play:

https://play.google.com/store/books/details?id=gvVFDwAAQBAJ